Narablog Merubah Diriku Lebih Baik

Aku mengenal platform blog sekitar 2012 melalui ayahku. Ayahku memuat sebagian karyanya seperti puisi, catatan pribadi hingga artikel di bidang kerjanya sejak 2007 hingga sekarang.

Kaleidoskop 2018: Penuh Pengalaman

Desember tinggal menghitung hari, 2018 akan berakhir dan akan digantikan oleh 2019 yang menarik. Banyak sekali peristiwa, pengalaman menarik yang aku dapatkan selama 2018 ini. Kesenangan ataupun kesedihan kerap kali menjadi mozaik kehidupan yang dapat dikenang dikemudian hari.

Beringharjo Market

Beringharjo Market is an oldest market with the culture values and attached with Keraton Yogyakarta. The market is located on Jl. Margo Mulyo No. 16, Special Region of Yogyakarta (near the Malioboro). The name of 'Beringharjo' literally have a mean is 'Banyan trees' and will bring the safety for the Yogyakarta's peoples.

Bagaimana Cara Mengajukan Permohonan Kunjungan Pabrik Yakult?

Kami tertahan selama satu jam didepan gerbang masuk sebuah pabrik setelah perjalanan dari Surabaya yang melelahkan menggunakan bus. Sebuah papan nama berukuran sedang telah memberikan kami sebuah ‘isyarat’ bahwa itu adalah ‘PT. Yakult Indonesia Persada, Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur’.

Gili Ketapang: Perjalanan Pertama dan Sebuah Ekspetasi

Pulau Gili Ketapang terletak di utara kota Probolinggo. Tepatnya di Gili Ketapang, Sumberasih yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pelabuhan. Penduduk disini mayoritas merupakan suku Madura yang berprofesi sebagai nelayan. Selain sektor pariwisata, komoditas disana kebanyakan adalah ikan dan dipakai untuk kebutuhan makan sehari-hari, terutama untuk para wisatawan.

Jumat, 28 Juni 2019

Kuliner Malam Warung Nasi Sate Kampret

Melewati gelapnya bagian dalam pasar yang memang tutup di malam hari, bingung mencari letak akurat dari Sate Kampret berada, dan alhasil aku menemukannya di timur bekas bangunan Stasiun Jombang Lama di dalam Pasar Legi Jombang.

Warung itu bernama Warung Nasi Sate Kampret, buka pukul 21:30 namun sudah ramai sebelum dibuka dan tutup ketika sudah habis. Tak hanya sate sapi yang disajikan juga ada bermacam-macam makanan lainnya seperti lodeh, pecel, rawon, hingga kari yang nikmat ditemani dengan hembusan asap sate yang kemana-mana membuat badan menjadi sangit.

Warung Nasi Sate Kampret

Porsi 10 tusuk sate ini dipatok dengan harga 40 ribu rupiah, belum termasuk dengan nasi dan kawan-kawannya. Harga yang bisa dibilang tidak terlalu mahal juga bisa dimaklumi karena bahan yang digunakan adalah daging sapi. Bumbu yang digunakan tidak banyak berubah sejak pemiliknya, Pak Jumain Kampret meninggal beberapa tahun yang lalu.

Warung Nasi Sate Kampret

Warung Nasi Sate Kampret

Sate yang dilumuri bumbu kacang pada umumnya dan ditambah cabe lima kilogram untuk total seluruh porsi sehingga rasa yang diciptakan lumayan pedas. Sekarang, warung ini diteruskan oleh anak-anaknya.

Aroma pedas menyengat langsung dapat dirasakan saat suapan pertama, kali ini saya padukan dengan nasi kari selagi hangat. Tiga tusuk pertama akupun langsung bercucuran keringat karena aku tipikal orang yang suka pedas tapi nggak suka keringatnya. Bermodal dua gelas es teh yang malah “menambah” kepedasan yang aku rasakan, mampus.

Warung Nasi Sate Kampret

Karena nggak habis, akhirnya sisa satenya aku bungkus dan dibawa pulang. Besoknya dibuat sarapan dengan dibakar (lagi) serta menambahkan kecap biar nggak seberapa pedas.
Sensasi pedas yang selalu buat kangen untuk dinikmati kembali. Bon Appetit!


Warung Nasi Sate Kampret

Read More

Rabu, 01 Mei 2019

Sehari bersama Para Pensiunan


            Tak biasanya di hari libur aku bangun terlalu pagi. Kebanyakan di hari libur aku bangun sekitar pukul setengah enam pagi. Namun, ayam berkokok memaksaku bangun lebih pagi lagi pada hari itu.
            Hari itu, aku diajak ayahku untuk menjadi tim dokumentasi kelompok pensiunan dosen universitas negeri yang ada di Surabaya kelilin Kota Surabaya. Aku berangkat pukul 7 dan sesampainya disana aku mendapati terdapat empat bus yang siap mengantar kami dalam perjalanan ini. Berangkat pukul 8 pagi, diiringi doa perjalanan agar selamat. Kami pun berangkat bersama pensiun yang berumur 65 tahun keatas.
            Disambut oleh hiruk-pikuk jalanan yang ramai tak mematahkan semangat mereka. Di perjalanan, mereka disuguhi oleh cerita-cerita sejarah seputar tempat-tempat yang akan didatangi, seperti Tugu Pahlawan, House of Sampoerna, dan Surabaya North Quays.
1.      Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan sendiri merupakan monumen yang berfungsi sebagai pengingat akan sebuah peristiwa besar, yaitu Perang di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Tiga bulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia
Memasuki kawasan Tugu Pahlawan, para rombongan diajak oleh petugas tour guide yang berkesempatan mengajak mereka berkeliling. Mereka berkeliling untuk menengok beberapa patung-patung pahlawan yang telah gugur dalam peperangan.



Lalu, kami para rombongan diajak untuk memasuki Museum Surabaya yang berisikan patung, foto, hingga miniatur yang berhubungan tentang era penjajahan sebelum Indonesia merdeka.


Setelah itu aku beserta rombongan mendapatkan kesempatan untuk melihat video pasca-kemerdekaan melawan kolonialisme Inggris, termasuk cakupan daerah yang diserang dan terdapat miniatur kecil untuk mempermudah memvisualisasikan narasi yang diberikan. Sayangnya, tidak boleh memotret ataupun merekam. Sedih
2.      House of Sampoerna
Setelah berkunjung ke Tugu Pahlawan, agenda berikutnya menuju House of Sampoerna.
House of Sampoerna ini merupakan museum (juga), pabrik rokok, dan segala sesuatu tentang sejarah tentang pemilik hingga produk tembakaunya yang khas. Tapi aku tidak kuat dengan aroma tembakau.
Foto pemilik Sampoerna, mungkin?

Tembakau

House of Sampoerna ini terletak di daerah Pabean Cantian, utara Kota Surabaya. Bergayakan arsitektur lawas membuatnya semakin diminati banyak orang.

3.      Surabaya North Quays
Surabaya North Quays sendiri sebenarnya adalah dek atas dari Pelabuhan Tanjung Perak. Di atas sini kita dapat melihat laut, kapal feri, Jembatan Suramadu, hingga Pulau Madura. Bahkan, terkadang kapal pesiar dari penjuru dunia bersandar disini beberapa hari.



Read More

Jumat, 05 April 2019

Surabaya Vaganza: Parade Bunga dan Festival Budaya

Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan Surabaya Vaganza pada tanggal 24 Maret 2019 dengan mengusung tema Puspawarni Indonesia. Banyak sekali penonton yang riuh menonton acara tersebut, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa bersemangat melihat acara tahunan tersebut.
Acara ini tak hanya diikuti oleh peserta dari dalam kota, namun diikuti oleh daerah lain. Seperti Lampung, Maluku Barat Daya dan Papua. Para perserta berjalan terdiri dari barisan marching band, pawai busana, hingga arakan mobil yang dihias. Mulai dari anak sekolahan, hingga perusahaan pun ikut meramaikan acara ini.

Surabaya Vaganza sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk merayakan ulang tahun ke-726. Acara ini merupakan agenda kedua setelah Rujak Uleg Festival 2019 pada minggu sebelumnya, yaitu pada tanggal 17 Maret 2019.
surabaya vaganza
Add caption

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

surabaya vaganza

Read More

Selasa, 12 Februari 2019

Kenapa Google Plus Hilang?


Berhembusnya kabar kalau Google Plus akan ditutup sudah aku ketahui sejak awal Januari 2019. Sebenarnya sudah banyak surat kabar elektronik yang memberitahu pembacanya bahwa Google Plus rencana akan ditutup sekitar bulan Oktober tahun kemarin.
Kenapa Google Plus Ditutup
Google Plus (Sumber: Google Images)

Google Plus sendiri adalah layanan jejaring sosial dari Google, yang digadang-gadang seperti layaknya Facebook dan sejenisnya ini diluncurkan pada tanggal 28 Juni 2011. Google Plus kalau dilihat-lihat kurang popular di telinga masyarakat, buktinya adalah pengguna alias users yang menggunakan lebih sedikit daripada Twitter, dan Facebook.

Bukan memiliki ya, kalau memiliki akun Google Plus sendiri mungkin banyak, karena mayoritas masyarakat mempunyai akun Gmail yang ‘otomatis’ memiliki layanan Google lain. Seperti Google Play, Google Drive, dan lainnya.

Selain users yang aktif relatif sedikit, ada kabar juga kalau keamanan Google Plus ‘bocor’. Hal yang bocor disini adalah data pribadi pengguna yang dapat disalahgunakan oleh pihak ketiga dan tidak bertanggung jawab. Kadang sih, main di Google Plus muncul link-link scam bokep yang berisikan virus komputer.

Satu persatu fitur yang tersemat di Google Plus mulai dilepas, seperti tidak bisa membuat profil baru, menciptakan komunitas, tombol share blogger yang hilang dan puncaknya adalah hilangnya tombol sign in di laman utama pada tanggal 2 April besok hingga seterusnya.

Secara subjektif, hal ini dapat merugikan diriku sebagai blogger kelas ’bawah’. Karena dengan ditutupnya Google Plus, maka koneksiku dengan komunitas blogger juga hilang dan terputus. Tidak bisa berbagi links, atau menambah sedikit pengunjung. Hal lain yang membuat saya 'menyayangkan' Google Plus pergi ini adalah penggunanya yang tidak separah Facebook dan Instagram dalam berkomentar!

Di Google Plus sendiri, para pengguna saling berkomentar dengan sopan dibandingkan 'sebelah' yang terkadang ada komentar yang menjatuhkan orang, menyebar hoaks dan lain-lain. User Interface alias desain Google Plus sendiri yang minimalis dan modern menambah nilai plus baginya.

Bagiku, ditutupnya Google Plus (semoga) menambah keterampilanku dalam menulis, serta bisa berbagi informasi dengan pengunjung yang datang di blogku. Semangat!

Selamat tinggal Google Plus, jasamu takkan hilang bagi para penggunanya. Semoga bisa aktif kembali..

Note: Kalau bulan Februari jarang ngeposting, aku sedang mengerjakan majalah sekolahku serta tugas-tugas lainnya. Thanks!

Read More

Rabu, 06 Februari 2019

Hunting Pasar

Hari minggu kemarin (5/2/18) aku pergi ke Pasar Pagesangan dan Pasar Karah untuk memotret street photography. Suasana disana ramai karena libur Imlek dan para pedagang pun senang ketika melihatku membawa kamera seraya berkata 'Mas, itu loh di shooting!'

Checkout!

Foto di dalam postingan ini menggunakan slides dari Google Slide untuk pertama kalinya.
Read More